Select Page

Tak jauh dari Candi Prambanan, terdapat tempat wisata sejarah dan edukasi yaitu Candi Sewu Yogyakarta. Candi ini sebenarnya masuk dalam wilayah Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Namun lekat dengan Yogyakarta karena kedekatan lokasinya.

Setelah Candi Borobudur, candi ini merupakan situs terbesar peninggalan Buddha. Pada masanya Candi Sewu berfungsi sebagai tempat peribadatan umat Buddha. Di tempat ini juga para biksu sanggha mempersiapkan keperluan upacara keagamaan.

Keindahan Struktur Bangunan dan Relief Candi Sewu Yogyakarta

Memasuki kawasan Candi Sewu Yogyakarta, Anda akan mendapati pintu dengan sepasang Dwarapala. Setelah melewati pelataran, ada lagi pintu masuk menuju kompleks candi. Di bagian depan terdapat candi perwara yang berfungsi menjaga candi utama. Candi kecil berjumlah 240 buah ini disusun dalam empat barisan yang berderet menghadap ke arah luar.

Selanjutnya, candi apit, yang merupakan candi dengan ukuran sedang. Candi ini berjumlah delapan buah yang merupakan Dwapala, berfungsi menjaga pintu masuk kawasan Candi Sewu.

Candi Sewu Yogyakarta

Candi utama dibangun di bagian tengah. Terdapat lima ruang di dalamnya. Sebuah ruang utama di tengah dan empat ruang yang lain ada di setiap penjuru. Ukuran lebar candi ini sekitar 29 meter dan tinggi 30 meter. Dahulu terdapat patung Bodhisatva Manjusri setinggi empat meter di dalamnya, namun kini sudah hilang, tinggal menyisakan landasan berupa batu dengan ukiran bunga teratai.

Seperti ciri khas candi pada umumnya, Candi Sewu juga memiliki relief yang menggambarkan simbol-simbol keagamaan. Di kaki candi utama, terdapat pahatan relief berupa bunga dalam jambangan dan kalpawreksa. Sementara di ambang pintu masuk candi utama, ada relief kepala naga dengan seekor singa pada mulutnya. Di dinding Candi Perwara pula, terdapat relief berbentuk pria yang memegang teratai dan memakai pakaian kebesaran Buddha.

Asal Usul Candi Sewu

Nama Candi Sewu Yogyakarta diyakini berasal dari jumlah candi yang terdapat di kompleks ini. Jumlahnya yang tidak terhitung, membuatnya mendapat sebutan “sewu” dari bahasa Jawa yang artinya seribu. Sebenarnya nama candi ini yaitu Prasada Vajrasana Manjusrigrha. Nama tersebut ditulis dalam Prasasti Kelurak (782M) dan Prasasti Manjusrigrha (792M).

Prasada berarti kuil atau candi, vajrasana pula bermaksud tempat untuk bertahta. Manjusrigrha berarti rumah bagi Manjusri Sang Bodhisatwa. Kesimpulan dari nama ini, Candi Sewu merupakan pusat agama Buddha ketika itu.

Candi Sewu Yogyakarta dibangun oleh Rakai Panangkaran yang merupakan Raja Mataram Hindu sekitar abad kedelapan Masehi. Kemudian candi ini diperbesar pada masa pemerintahan Rakai Pikatan yang menikahi seorang putri dari wangsa Syailendra yang beragama Buddha yaitu Pramordhawardhani.

Pernikahan ini menghasilkan akulturasi agama dan budaya yang menumbuhkan toleransi di dalam kehidupan bermasyarakat. Bukti adanya akulturasi ini yaitu Candi Sewu yang berdampingan dengan Candi Prambanan.

Di samping asal usul di atas, ada pula legenda yang populer di masyarakat terkait kedua candi tersebut, yaitu legenda Roro Jonggrang. Kisah Bandung Bondowoso, ksatria dari Kerajaan Pengging yang melamar Roro Jonggrang menjadi cerita asal muasal candi ini. Diceritakan Roro Jonggrang yang sebenarnya ingin menolak lamarannya, mengajukan syarat membangun seribu candi dalam semalam. Bandung Bondowoso bersama pasukan jinnya menyanggupi.

Candi Sewu Yogyakarta

Namun, Roro Jonggrang sendiri yang menggagalkannya dengan cara memukul lesung beramai-ramai. Akibatnya pasukan jin meninggalkan kawasan candi yang sedang dibangun. Mengetahui hal ini, Bandung Bondowoso murka dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung. Candi berjumlah seribu ini yang kemudian dikatakan menjadi Candi Sewu, sementara arca Roro Jonggrang berada di Candi Prambanan.

Tiket Masuk ke Candi Sewu

Tiket untuk masuk ke dalam kompleks candi yaitu sebesar Rp30.000 per orang. Tiket yang Anda beli sudah termasuk asuransi dan akses ke Candi Prambanan, karena lokasi keduanya berada pada satu kawasan.

Rute Menuju ke Candi Sewu

Dari pusat kota Yogyakarta, Anda bisa mengarahkan kendaraan ke arah Solo. Sebelum perbatasan Yogyakarta – Klaten, belok ke kiri dan ikuti jalan ke arah utara. Setelah 500 meter Anda akan menemukan perempatan, ambil arah kiri. Candi Sewu Yogyakarta terdapat di ujung jalan ini, bersebelahan dengan Candi Prambanan.

Ke Candi Sewu Yogyakarta dapat ditempuh dengan bus Trans Jogja jalur 1A dan 1B, turun di halte Prambanan. Setelah itu, dilanjutkan dengan ojek atau becak.

Mengunjungi Candi Sewu Yogyakarta, bisa Anda lakukan dengan layanan kendaraan sewa yang kami tawarkan. Kami, Jogja Rental Motor menyediakan kendaraan terbaik dengan harga sewa yang terjangkau. Jangan lewatkan kesempatan mengeksplorasi Yogyakarta dan sekitarnya dengan nyaman dan mudah bersama armada kami.