Select Page

Bagi penggemar kisah Ramayana dan Mahabarata, tentu nama Gua Kiskendo tidak asing. Gua ini terkait dengan kisah kera bernama Sugriwa dan Subali. Gua ini ternyata ada di Indonesia. Lokasi tepat Gua Kiskendo Yogyakarta ini yaitu di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Relief Kisah Pahlawan di Dalam Gua Kiskendo Yogyakarta

Keindahan alam di sekitar Gua Kiskendo Yogyakarta mampu membuat siapa pun yang mengunjunginya terpesona. Seperti halnya Gua Tanding, bagian dalam gua dihiasi dengan stalagmit dan stalagtit yang indah. Gua ini terbentuk karena adanya resapan air yang berlangsung selama ratusan tahun.

Gua Kiskendo Yogyakarta

Kedalaman gua ini mencapai 800 meter, dengan banyak cabang dan suasana kurang cahaya. Pada zaman dahulu, gua ini digunakan sebagai tempat untuk bertapa. Beberapa petilasan yang masih dapat dijumpai yaitu Tledek, Padasan, Kusuma, Semelong, Selumbung, Sekadang, Seterbang, Kusuma, Santri Tani, dan Lumbung Kampek. Hingga saat ini ujung gua masih belum ditemukan jalan tembusnya.

Pada bagian dinding gua, terdapat relief yang melukiskan kisah Sugriwa dan Subali. Relief ini diukir oleh salah satu komunitas seni sekitar tahun 1980.

Gua Kiskendo terus dikembangkan sebagai tempat wisata Geopark. Secara berkala, kisah Sugriwa dan Subali juga digambarkan dalam tarian kolosal yang dipentaskan di sana. Pertunjukan ini digelar tidak lain untuk terus menghidupkan legenda tersebut sekaligus menarik wisatawan.

Legenda Sugriwa dan Subali

Menurut legenda yang diceritakan secara turun temurun di masyarakat setempat. Gua Kiskendo Yogyakarta asalnya merupakan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Mahesasura. Adiknya bernama Patih Lembusura dan mereka mempunyai saudara seperguruan bernama Jatasura. Mahesasura dikisahkan adalah manusia berkepala kerbau, sementara Lembusura berkepala sapi.

Meski kerajaannya sangat makmur dan kaya, akhirnya hancur karena perbuatan pemimpinnya yang tamak dan sombong. Mahesasura yang merasa mampu menaklukkan para dewa, menyuruh Lembusura melamar Dewi Tara, bidadari tercantik yang merupakan putri Bathara Indra. Namun Sang Dewi menolak hingga menyebabkan Mahesasura marah, lantas menghancurkan kayangan.

Sementara Dewi Tara dibawa turun ke bumi, para dewa meminta bantuan dari putra Resi Gutama yaitu Subali yang tengah bertapa. Bersama adiknya Sugriwa, Subali berusaha merebut Dewi Tara. Sugriwa ditugaskan menjaga pintu Gua Kiskendo, sementara Subali masuk ke dalam. Setelah membebaskan Dewi Tara, Subali berpesan jika ada aliran darah berwarna merah artinya ia menang, jika darah yang mengalir berwarna putih berarti dirinya telah binasa, dan Sugriwa harus segera menutup tempat itu.

Subali yang bertempur di dalam gua berhasil membunuh Mahesasura dan Lembusura dengan cara membenturkan kepala keduanya hingga pecah. Akibatnya darah berwarna putih mengalir ke luar gua. Sugriwa yang mengira Subali tewas, langsung menutup gua dengan batu dan membawa Sang Dewi kembali ke kayangan.

Pada dewa kemudian menghadiahkan Dewi Tara untuk dijadikan istri kepada Sugriwa. Sementara Subali yang ternyata masih hidup, lupa dengan pesan yang disampaikan kepada adiknya. Maka ketika sampai di kayangan dan mendapati adiknya menikah dengan Dewi Tara, ia pun mengamuk. Keduanya sempat terlibat perkelahian sampai dilerai oleh Resi Gutama sendiri.

Gua Kiskendo Yogyakarta

Setelah Sugriwa menjelaskan, akhirnya Resi Gutama mengutuk Subali akan mati oleh panah dari seorang titisan Dewa Wisnu. Sugriwa dan Dewi Tara melanjutkan upacara pernikahan dan kemudian mendirikan Kerajaan Pancawati di Gua Kiskendo.

Pengelolaan Gua Kiskendo

Terlepas dari benar tidaknya legenda tersebut, Gua Kiskendo Yogyakarta ditemukan sekitar tahun 1820, menurut salah seorang pengelola tempat wisata ini. Pada tahun 1964 baru dibuka untuk wisata religi. Baru pada tahun 1974, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mulai melihat adanya potensi di sana.

Sekitar 17 kapling tanah warga di sekitar gua dibeli oleh Dinas Pariwisata, hingga tahun 1979, kawasan tersebut telah resmi menjadi milik dinas. Sejak tahun 2005, masyarakat sekitar dibina untuk mengelola kawasan wisata dengan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Kiskendo. Mulai tahun 2007, Pokdarwis Jatimulyo mendapat tugas untuk mengelola desa wisata ini.

Tiket Masuk

Untuk memasuki objek wisata ini, pengunjung dikenakan tiket Rp4.000 dan parkir Rp2.000 bagi sepeda motor, dan mobil Rp5.000.

Lokasi dan Rute Perjalanan

Tempat wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 8.00 hingga 17.00 WIB. Cara menuju ke Gua Kiskendo Yogyakarta tidak sulit. Dari kota Wates, jarak tempuh ke objek wisata alam ini sekitar 21 km.

Untuk mempermudah perjalanan Anda keĀ Gua Kiskendo Yogyakarta, kami menyediakan layanan sewa sepeda motor. Hubungi Jogja Rental motor untuk mendapatkan kendaraan yang Anda butuhkan dengan harga terjangkau dan layanan memuaskan.