Select Page

Ada baiknya, melengkapi liburan Anda di Kota Yogyakarta dengan mengunjungi Masjid Syuhada Yogyakarta. Masjid yang berseberangan dengan SMP IT bernama sama ini memiliki sejarah yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Bukan hanya dari sejarah, melainkan juga bentuk bangunan yang memiliki arti tersendiri. Nah setelah jalan-jalan ke Keraton Yogyakarta,  mampirlah ke Masjid Syuhada.

Sejarah Pembangunan Masjid Syuhada Yogyakarta

Kotabaru sebenarnya tidak memiliki tempat ibadah untuk umat Islam sama sekali. Padahal, di daerah tersebut terdapat juga penduduk yang beragama Islam. Memang, pemeluk Islam di masa penjajahan Belanda, belum banyak. Kotabaru sendiri adalah kota yang dibangun dengan kesan modern dan bersih.

Masjid Syuhada Yogyakarta

Kemudian, baru pada penjajahan Jepang sekitar tahun 1942, penduduk Kotabaru yang beragama Islam semakin banyak. Pertambahan jumlah pemeluk Agama Islam ini menuntut kebutuhan tempat ibadah berupa masjid, meski bukan saat itu Masjid Syuhada mulai dibangun.

Akhir tahun 1949, ketika terjadi perundingan antara Indonesia dan Belanda, muncullah keinginan untuk membuat cendera mata bagi Yogyakarta. Cindera mata itu lantas diwujudkan dalam bentuk masjid besar. Ini sekaligus untuk memenuhi kebutuhan tempat ibadah umat Islam sekitar.

Oktober tahun 1949, mulai lah dibentuk panitia pembangunan masjid. Tiga tahun berselang, Masjid Syuhada Yogyakarta telah diresmikan. Sholat Jumat pertama di masjid ini tercatat pada tanggal 26 September 1952. Imam Sholat Jumat yang ditunjuk dan merangkap sebagai Khottib Jumat adalah Muhamad Natsir.

Arsitektur Masjid Syuhada Yogyakarta

Bukan hanya sebagai cendera mata, Masjid Syuhada Yogyakarta juga sekaligus menjadi tanda perjuangan umat Islam dalam merebut kemerdekaan. Itu sebabnya, arsitekturnya pun berkaitan erat dengan perlambang kemerdekaan Indonesia. Coba Anda hitung, berapa jumlah anak tangga yang ada di bagian depan. Jumlah anak tangga itu ada 17 buah. Angka ini menjadi perlambang tanggal kemerdekaan.

Masjid Syuhada Yogyakarta

Sekarang, coba Anda lihat berapa segi tiang gapuranya. Segi tiang gapura itu ada delapan segi, perlambang bulan kemerdekaan Indonesia. Lalu apa perlambang tahun kemerdekaan Indonesia? Tahun kemerdekaan itu dilambangkan dengan empat kupel bagian bawah dan lima kupel di bagian atas. Tentu saja, perlambang ini sangat menarik untuk diamati.

Masjid Syuhada Yogyakarta dibangun dalam tiga lantai. Lantai pertama yang merupakan lantai paling bawah adalah ruang yang biasa digunakan untuk kuliah. Ada 20 jendela di lantai pertama itu. Dua puluh jendela itu sekaligus menjadi perlambang 20 sifat Allah yang wajib diketahui oleh setiap umat Islam.

Beranjak ke lantai dua yang digunakan untuk sholat para muslimah, ada dua tiang penyangga yang sekaligus menjadi perlambang dua macam iktikad manusia. Dan terakhir, di lantai tiga, yang merupakan tempat sholat utama, terdapat lubang angin dengan jumlah lima buah. Angka lima ini menjadi perlambang Rukun Islam sebagai syarat seseorang disebut muslim.

Geliat Aktivitas di Masjid Syuhada

Sejak diresmikan pada tahun 1952, geliat aktivitas keagamaan terus digalakkan di Masjid Syuhada Yogyakarta. Ini semata-mata karena masjid ini tidak sekadar monumen untuk memperingati sumbangsih masyarakat muslim terhadap kemerdekaan. Tetapi juga ruang aktivitas keagamaan yang kental dan bermanfaat.

Karenanya, ruang-ruang perkuliahan diadakan di bagian lantai dasar Masjid Syuhada. Bahkan, saat ini, telah dibentuk lembaga pendidikan formal seperti TK, SD, hingga sekolah tinggi. Pendidikan non formal semacam lembaga pendidikan al Quran, juga telah dibentuk. Demikian juga dengan kajian-kajian keislaman dan lembaga pembinaan keluaga sakinah.

Rute Menuju Lokasi Masjid Syuhada

Dari Stasiun Lempuyangan, letak Masjid Syuhada Yogyakarta cukup dekat. Alamatnya berada di Jalan I Dewa Nyoman Oka No.13, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. Rute paling mudah, dari Jalan Lempuyangan, Anda ke utara menuju Jalan Tukangan. Lalu, belok kiri ke Jalan Yos Sudarso.

Dari Jalan Yos Sudarso, sekitar 130 meter, Anda belok kiri ke Jalan I Dewa Nyoman Oka. Letak Masjid Syuhada Yogyakarta ada di sebelah kiri jalan. Sedang di bagian depan, Anda akan menemukan bangunan SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta di seberang jalan.

Ada baiknya, jika tujuan tidak hanya Masjid Syuhada Yogyakarta saja, Anda membawa sepeda motor sendiri. Sepeda motor lebih mudah menembus jalanan padat. Apalagi jasa rental motor cukup banyak. Anda juga bisa, kok, menggunakan jasa rental kami, Jogja Rental Motor. Persyaratannya mudah. Anda juga bisa pesan motor tanpa datang langsung. Bagaimana, Anda tertarik? Cek laman penawaran kami.