Select Page

Nama Museum De Mata Yogyakarta masih terdengar asing beberapa tahun ini. Namun seiring waktu, nama museum ini semakin kerap menjadi buah bibir. Lebih-lebih di kalangan anak muda yang suka dengan sensasi dan keseruan. Memang seperti apa isi Museum De Mata Yogyakarta?

Beragam Keunikan dan Serunya Beraksi di Museum De Mata Yogyakarta

Jika biasanya museum selalu identik dengan sejarah, maka museum yang satu ini sama sekali berbeda. Mengapa? Karena museum ini hanya menampilkan gambar 3D, bukan benda-benda antik atau hal-hal lain. Itu sebabnya, sejak kehadiran museum ini, namanya terus menjadi perbincangan di kalangan anak muda.

Museum De Mata Yogyakarta

Menariknya lagi, museum semacam ini cukup langka di Indonesia. Bahkan bisa dikatakan ini yang pertama, sekaligus satu-satunya. Terdapat sekitar 120 gambar di dalam Museum De Mata yang bisa Anda nikmati. Semuanya adalah gambar 3D yang memenuhi lantai dan dinding. Ini yang lantas membuat gambar-gambar itu seperti timbul dan nyata adanya.

Dari Gambar Tanah Retak Hingga Ruang Terbalik

Masing-masing gambar 3D di Museum De Mata memiliki keunikan tersendiri. Gambar tanah retak yang di bawahnya adalah lautan lava misalnya. Ketika Anda berada di atasnya, Anda seperti benar-benar berada di tempat yang mengerikan seperti gambar 3D itu.

Museum De Mata Yogyakarta

Lain lagi jika Anda berada di gambar 3D yang seperti terbalik. Semua barang, meja, kursi, dan lain-lain seperti berada di atas. Bukan barang-barang itu yang terbalik, tetapi justru Anda lah yang akan merasa seperti tengah berjalan di langit-langit ruangan itu.

Ada lagi gambar yang terbalik 90 derajat. Pada gambar itu, Anda bisa telentang dengan mengangkat kaki. Cobalah minta teman Anda untuk mengambil gambar, Anda akan terkejut melihat hasilnya. Karena seolah Anda melayang dan berdiri tanpa menjejak lantai.

Gambar-gambar tipuan mata semacam inilah yang akan Anda temui jika Anda masuk Museum De Mata. Itu belum dengan gambar yang seolah Anda berada di depan Menara Condong di Roma, atau Menara Eiffel di Perancis. Tanpa perlu jauh-jauh mengeluarkan biaya banyak, Anda sudah dapat berlibur dan mengambil gambar seolah tengah berada di tempat-tempat terkenal itu.

Bagaimana, Anda pasti tertarik, bukan, untuk datang dan melihat seluruh gambar 3D di Museum De Mata Yogyakarta? Jangan lupa, persiapkan kamera untuk mengambil gambar sekeren mungkin. Gunakan juga daya imajinasi Anda. Karena semakin Anda memiliki daya imajinasi tinggi, akan semakin keren juga gambar yang Anda ambil.

Harga Tiket Masuk Museum De Mata

Harga tiket masuk Museum De Mata sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000. Tergantung waktu dan hari tertentu. Pada Hari Senin sampai Hari Jumat mulai pukul 10.00 hingga pukul 15.00, harga tiket hanya Rp30.000. Sedang pada pukul 15.00 hingga pukul 22.00, harga tiket berubah menjadi Rp40.000. Berbeda dengan Hari Sabtu dan Hari Minggu, harga tiket diberlakukan sama tanpa perbedaan waktu, yakni Rp50.000.

Tetapi, kalau Anda tidak hanya masuk Museum De Mata, melainkan juga masuk Museum De Arca dan De Walik, sebaiknya Anda pilih tiket terusan. Tiket terusan ini adalah tiket masuk untuk 4 wahana sekaligus yaitu, De Mata1, De Mata2, De Arca, dan De Walik.

Harga tiket terusan pada Hari Senin sampai Hari Jumat mulai pukul 10.00 hingga pukul 15.00, adalah Rp100.000. Sedang pada pukul 15.00 hingga pukul 22.00, harga tiket berubah menjadi Rp120.000. Berbeda dengan Hari Sabtu dan Hari Minggu, harga tiket mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00 adalah Rp140.000.

Rute ke Lokasi Museum De Mata

Museum De Mata Yogyakarta berada di dalam XT Square Gedung Umar Kayam Lantai Basement. Letak gedungnya ada di jalan Veteran no 150-151 Pandeyan Kecamatan Umbulharjo. Rutenya, dari Jalan Raya Jogja, jalan ke arah timur hingga masuk Jalan Batikan yang menuju ke arah selatan. Anda terus saja sampai masuk Jalan Perintis Kemerdekaan. Belok kiri sedikit dan masuk ke Jalan Veteran.

Meskipun lokasi Museum De Mata Yogyakarta ada di bagian kota, tentu saja mengandalkan transportasi umum tidak selamanya menjadi pilihan yang tepat. Apalagi, jika jadwal Anda berwisata cukup padat. Untuk mengatasinya, kami bisa membantu Anda menyediakan kendaraan. Silakan gunakan jasa rental motor kami di Jogja Rental Motor. Anda bisa order dengan syarat yang sangat mudah. Jangan lupa, lengkapi kunjungannya sekalian ke Museum Sandi. Biar semakin lengkap.