Select Page

Berlibur tidak harus ke pantai, kan? Anda juga bisa berlibur ke museum. Tidak hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga mengenang dan belajar lebih banyak tentang sejarah. Salah satu museum di Yogyakarta yang sangat menarik untuk Anda kunjungi adalah Museum Perjuangan Yogyakarta.

Sejarah dan Seluk Beluk Museum Perjuangan Yogyakarta

Pada awalnya, Museum Perjuangan Yogyakarta lebih dikenal dengan nama Monumen Setengah Abad Kebangkitan Nasional. Dari nama itu, lantas penyebutan museum diganti dengan Museum Perjuangan melalui promosi media dan berita-berita nasional.

Museum Perjuangan Yogyakarta

Selain sejarah yang dimuat di dalamnya, proses pendirian Museum Perjuangan Yogyakarta memiliki sejarah yang lumayan rumit. Mulai dari dana pendirian, penyempurnaan konsep bangunan, hingga lomba membuat ilustrasi yang menjadi koleksi museum. Tidak cukup sampai di situ, proses peresmian museum pun memiliki sejarah tersendiri.

Museum Perjuangan memiliki bentuk silinder dengan ukuran 30 meter dan tinggi 17 meter. Pintu masuk museum dihiasi oleh peta Kepulauan Indonesia yang dikelilingi oleh binatang dengan sudut delapan. Sebuah candrasengkala dengan teks menggunakan Huruf Jawa menjadi penanda tahun 1959 museum ini didirikan.

Menariknya, setiap detail fisik bangunan museum memiliki arti tersendiri. Silakan Anda perhatikan trap pada pintu masuk museum misalnya. Jumlah trap pada pintu masuk tersebut ada 17 buah. Daun pintunya berjumlah delapan. Sedang jendelanya memiliki pilar pemisah berjumlah 45. Ketiganya merupakan tanggal kemerdekaan Indonesia, yakni tanggal 17, bulan 8, tahun 1945.

Pembuatan museum ini semakin menarik karena melibatkan banyak seniman. Di antara seniman-seniman tersebut, ada yang ditugaskan membuat relief untuk hiasan atap, ada juga yang membuat relief untuk hiasan dinding. Untuk membuat lukisan atau ilustrasi sejarah, pihak panitia pendirian museum bahkan membuat semacam lomba. Maka jadilah museum yang luar biasa.

Koleksi di Museum Perjuangan

Ada banyak koleksi yang dimiliki oleh museum ini. Di antaranya adalah patung-patung pahlawan nasional, meriam bersejarah, radio kuno seperti yang sering Anda lihat pada film perjuangan, juga mata uang seri Soekarno dan mata uang Seri Dwikora. Benda lain yang juga dikoleksi Museum Perjuangan Yogyakarta adalah tas kulit milik Bung Hatta dan ilustrasi kejadian di masa perjuangan.

Museum Perjuangan Yogyakarta

Anda bisa melihat seraya mengenang sejarah bangsa lewat semua koleksi yang ada. Silakan datang pada jam operasi museum ini. Hari Senin hingga Hari Kamis, museum buka mulai pukul 8.00 hingga pukul 16.00. Pada Hari Jumat jam buka museum lebih  panjang setengah jam. Selain hari dan jam yang sudah disebutkan itu, museum tidak menerima kunjungan.

Harga Tiket dan Fasilitas

Museum Perjuangan Yogyakarta tergolong sepi untuk ukuran tempat wisata museum. Padahal, jika dilihat dari sisi bangunan, museum ini tergolong bersih. Apalagi bentuk bangunannya memiliki paduan Nuansa Jawa dan Nuansa Romawi. Menarik sekali tentunya.

Baiklah, menuju ke Museum Perjuangan, fasilitas berupa toilet dan tempat parkir, tersedia di sini. Hotspot area dan taman bermain pun ada. Fasilitas ini sudah cukup membuat Anda nyaman untuk berkunjung ke suatu tempat, termasuk tempat-tempat semacam Museum Perjuangan Yogyakarta ini.

Harga tiket masuk per-2016 lalu adalah Rp2.000 per orang untuk dewasa. Sedang untuk anak adalah Rp1.000. Tiket masuk ini akan dipotong separuhnya jika Anda datang secara rombongan. Berbeda lagi, harga tiket yang diperuntukkan bagi turis asing. Sebab, untuk turis asing, tiket masuk yang dikenakan sebesar Rp10.000, baik untuk dewasa atau anak-anak.

Rute Menuju Museum Perjuangan

Letak Museum Perjuangan ada di Jalan Kolonel Sugiono No. 24, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Dari Stasiun Lempuyangan, Anda bisa menuju ke arah barat menuju Jalan Doktor Sutomo. Belok ke selatan, Anda akan sampai pada Jalan Letkol Subadri. Dari sana, cari belokan yang mengarah ke Jalan Ki Mangunsarkoro.

Sampai di Jalan Raya Jogja, Anda belok ke arah barat sekitar 150 mater dan belok ke selatan, masuk Jalan Taman Siswa sejauh sekitar satu setengah kilo. Tandanya, terdapat perempatan yang jika mengambil arah barat, Anda akan masuk ke Jalan Kolonel Sugiyono dan berhenti pada alamat yang dituju.

Salah satu mode transportasi pilihan yang memungkin Anda melakukan perjalanan dengan jadwal tepat adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tidak pun itu milik Anda, Anda bisa rental kendaraan kepada kami. Silakan PM kontak kami, atau kunjungi jogjamotor.net. Perjalanan Anda menuju Museum Perjuangan Yogyakarta pasti lebih menyenangkan.